Kupang | pikiranrakyat.org – Majelis Pimpinan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Majelis Pimpinan Cabang Kota Kupang, Pemuda Pancasila turut serta dalam upaya pengamanan Sholat Idul Fitri 1444 Hijriah, yang dilaksanakan di Masjid Nurul Hidayah kawasan Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang (22/4/2023).
Barisan pasukan berseragam loreng orange, tampak berdiri gagah disisi kiri dan kanan jalan Timor Raya, tepatnya di area sepanjang kawasan masjid Nurul Hidayah, mengatur arus lalu lintas dan menyeberangkan para jamaah yang hendak melaksanakan sholat Idul Fitri.
” Sholat Idul Fitri merupakan Puncak dari rangkaian perayaan bagi umat Islam di seluruh dunia termasuk di NTT, Oleh karena itu dalam pelaksanaannya tentu harus berjalan dengan aman tertib dan nyaman, inilah salah salah satu alasan kenapa Pemuda Pancasila hadir dan mendukung upaya tersebut ”
hal ini disampaikan oleh ketua MPW PP NTT, Adrianus Agal, SH., MH, melalui wakil ketua I, Loresten Koeslulat, SH.
Masih menurut Wakil Ketua MPW PP NTT, ” bahwa sesuai dengan arahan pimpinan, kami dari MPW dan MPC PP diharapkan terus menggelorakan semangat dan jiwa Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, senantiasa mendukung upaya Pemerintah dalam menciptakan situasi dan kondisi yang aman ditengah masyarakat, karena itu sebagai bentuk pengamalan sila Pancasila kami hadir saat ini sebagai bagian dari implementasi Toleransi beragama ” tegas orang nomor dua di MPW PP NTT ini.
Sementara itu menurut Adi Dembo, ST. J.MP., MT selaku koordinator lapangan, dalam kegiatan pengamanan ini menyebutkan bahwa, personel yang turun ada 30 orang yang terdiri dari gabungan MPW NTT dan MPC Kota Kupang.
” Kami turun dengan kekuatan ada 30 personel yang terdiri dari gabungan MPW dan MPC, selain itu ada juga adik-adik Pramuka dan remaja Gereja Galed yang juga bersama dengan kami, ini merupakan bentuk dan wujud nyata Toleransi yang ada di NTT, sebelumnya kami sudah laksanakan juga kegiatan yang sama beberapa waktu yang lalu, yaitu saat prosesi Jumat Agung dan Paskah umat Kristen, yaitu di Gereja Lahai Roi Tofa dan Gereja Santo Yoseph Naikoten, harapan kami bahwa, melalui kegiatan-kegiatan nyata dan menyentuh langsung masyarakat ini, kita bisa menumbuhkan rasa kebersamaan dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari ” tegasnya( Arifin )