
PEMALANG | pikiranrakyat.org – Dalam suasana penuh keberkahan bulan Ramadan, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pemalang menggelar silaturahmi Ramadan di Masjid Al Mubarok, Sabtu (22/3/2025). Acara yang mengangkat tema “Mempererat Ukhuwah Islamiyah dalam Berkah Ramadan, Merajut Silaturahim dan Menebar Kebaikan” ini dihadiri oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, Noor Faizah Maenofie.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua LDII Kabupaten Pemalang, Iman Purwanto, menguraikan lima program utama Ramadan yang menjadi fokus LDII, yakni 5 Sukses Ramadan: sukses berpuasa, sukses shalat tarawih, sukses membaca Al-Qur’an, sukses meraih malam Lailatul Qadar, dan sukses menunaikan zakat fitrah. Selain itu, LDII turut mengadakan berbagai kegiatan sosial seperti bakti sosial, gerakan kebersihan, serta santunan bagi masyarakat kurang mampu.
“Kami ingin Ramadan ini menjadi momentum berbagi dan mempererat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Iman.

Di momen yang penuh makna ini, Bupati Anom Widiyantoro turut menyerahkan bantuan kepada anak yatim dan warga prasejahtera, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang serta unsur Forkopimcam Kecamatan Pemalang.
Dalam sambutannya, Anom Widiyantoro menegaskan misi 100 hari kerjanya yang dirangkum dalam tiga konsep utama: Resik, Hijau, dan Apik.
Resik, kata Anom, bukan sekadar kebersihan fisik, tetapi juga kebersihan spiritual. Menjaga lingkungan yang bersih merupakan bagian dari iman yang harus diamalkan oleh setiap individu.
Hijau mencerminkan kepedulian pemerintah daerah terhadap kelestarian lingkungan. Anom menginstruksikan agar setiap kantor pemerintahan, pemangku wilayah, dan masyarakat mulai aktif menanam pohon untuk meningkatkan kualitas udara serta menghadirkan lebih banyak ruang hijau di Pemalang.
Sementara itu, Apik menjadi representasi dari tata kota yang lebih tertata dan nyaman. Anom menegaskan bahwa dirinya ingin mengubah citra Pemalang menjadi kota yang bersih, hijau, dan indah bagi semua warganya.
“Pemalang harus berubah. Tidak ada lagi predikat kota yang kumuh dan semrawut. Dengan kebersamaan dan partisipasi seluruh masyarakat, kita wujudkan Pemalang yang lebih resik, lebih hijau, dan lebih apik,” tegasnya.
Semangat kebersamaan dalam acara ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi langkah awal dalam membangun Pemalang yang lebih baik.
(Eko Budiarto)