Jejak Perampok Antar Bank Terungkap, Kasus Internasional Ditangkap oleh Polda Sumut

0
78

Medan | pikiranrakyat.org – Kejadian perampokan antar bank selalu menjadi sorotan publik karena keberaniannya yang nekat. Terbaru, tim gabungan Subdit III Polda Sumut telah berhasil mengungkap kasus perampokan yang telah terjadi sejak tahun 2010.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi, melalui Dirkrimum Kombes Pol Sumaryono, menjelaskan bahwa keempat pelaku ini memiliki sejarah aksi kriminal yang cukup panjang.

Dalam hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa keempat pelaku telah beraksi di 8 Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sumaryono mengungkapkan, “Sebenarnya lebih dari 8 TKP, namun mereka hanya ingat yang itu. Tapi pastinya mereka beraksi sejak 2010 lalu.” Ini adalah pengakuan yang cukup menggemparkan, menunjukkan bahwa mereka telah lama menjadi ancaman bagi masyarakat.

Keempat tersangka yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian adalah dengan inisial US, UM, RM, dan RT. Tersangka RT, dari pengakuannya, pernah terlibat dalam aksi perampokan di Penang, Malaysia, di mana mereka berhasil mengambil tas korban yang berisi uang sebesar RM 10.000, setara dengan sekitar 25 juta rupiah. Ini mengindikasikan bahwa tersangka RT memiliki jejak kejahatan internasional.

Pelaku-pelaku ini tak hanya beraksi di satu lokasi, mereka telah meresahkan masyarakat di beberapa tempat, antara lain Teluk Kuantan, Pekan Baru Provinsi Riau, Palas, Tarutung, Lubuk Pakam, Deliserdang Provinsi Sumut, Majalengka Provinsi Jawa Barat, Bekasi Provinsi Banten, Sungai Lilin Provinsi Sumsel, dan Jambi Provinsi Jambi.

Total kerugian akibat aksi mereka masih dalam penyelidikan, namun diperkirakan mencapai hampir 1 miliar rupiah. Ini adalah kerugian yang signifikan bagi para korban.

Dirkrimum memberikan informasi lebih detail tentang penangkapan ini, menjelaskan bahwa saat keempat pelaku ditangkap oleh polisi, mereka sedang merencanakan aksi selanjutnya.

Target mereka adalah nasabah bank BRI cabang pembantu Harapan Tani, Kabupaten Indra Giri Hilir, Riau. Mereka berencana mengambil uang dalam jumlah besar di bank ini, dengan perkiraan mencapai ratusan juta rupiah. Namun, nasib buruk menimpa mereka karena mereka ditangkap sebelum aksi perampokan tersebut bisa terlaksana.

Dalam operasi penangkapan ini, tim gabungan terdiri dari Subdit III Polda Sumut bersama dengan Polres Tapanuli Utara dan Deliserdang.

Motif dari para pelaku ini adalah selalu mengincar nasabah bank yang sedang melakukan transaksi pencairan uang. Salah satu pelaku akan memantau situasi di dalam bank dan berpura-pura mengantri, sedangkan pelaku lainnya sudah standby di luar bank, siap untuk melancarkan aksinya.

Sumaryono juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap aksi kejahatan dan segera melaporkan jika mereka mengetahui atau melihat tindakan kriminal kepada kantor polisi terdekat. Kasus ini adalah contoh nyata bahwa kepolisian siap bertindak untuk melindungi keamanan masyarakat dari ancaman perampokan antar bank yang semakin merajalela. (Leodepari)