Banda Aceh | pikiranrakyat.org – Seorang staf pengajar di Politeknik Aceh yang juga sedang mengejar gelar Magister Teknik Elektro (MTE) di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Abu Bakar, M.T., telah menjadi salah satu wakil Indonesia yang menghadiri “The 3rd International Conference on Computing and Information Technology (ICCIT).” Konferensi ini diselenggarakan oleh Faculty of Computers and Information Technology, University of Tabuk, Arab Saudi, pada tanggal 13-14 September 2023.
ICCIT tahun ini mengadakan konferensi dalam format hybrid, yang menghadirkan berbagai penelitian terkait dengan teknologi informasi, kecerdasan buatan, keamanan teknologi, dan konsep kota pintar.
Abu Bakar memaparkan hasil penelitian terkait peningkatan kualitas gambar sinar-X dalam konteks medis, khususnya pada pasien dengan Pneumonia, COVID-19, dan kondisi lainnya. Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari berbagai bidang, termasuk teknik dan kedokteran dari USK. Penelitian ini tidak hanya mendapat bimbingan dari Prof. Fitri Arnia dan Dr. Kahlil, Dosen Teknik Elektro dan Komputer di USK, tetapi juga melibatkan kontribusi dr. Hendra Kurniawan, M.Sc., Sp.P(K), dan dr. Novi Maulina, M.Sc., yang merupakan dosen di fakultas kedokteran USK dengan fokus penelitian pada Tuberculosis, Pneumonia, dan penyakit serupa.
Dalam penelitiannya, Abu Bakar, yang juga memiliki peran sebagai pelatih Olimpiade Informatika untuk siswa/i SMU, mengusulkan peningkatan kualitas gambar dengan menerapkan teknik CLAHE dan melalui pelatihan gambar radiografik seperti sinar-X dada (CXR) dan Tomografi Terkomputasi (CT) dengan menggunakan pendekatan kecerdasan buatan. Hasilnya adalah peningkatan yang signifikan dalam pendeteksian penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses pemeriksaan pasien, terutama dengan memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai alat bantu bagi dokter dalam proses diagnosis.
Konferensi ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, termasuk Arab Saudi, Indonesia, India, Turki, Pakistan, dan Inggris. Sebanyak 122 artikel telah dipresentasikan dalam seminar internasional ini, yang berasal dari berbagai universitas di seluruh dunia. (Rizki)