Ucapkan Selamat Mudik, Lurah Elin Imbau Warganya Untuk Tetap Menjaga Kondusifitas Lingkungan

0
36
Herliana Maharani (Elin) Lurah Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.(Foto : pikiranrakyat.org)

Depok | pikiranrakyat.org – Herliana Maharani (Elin) Lurah Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok imbau warganya yang akan akan melaksanakan mudik saat libur Hari Raya Idul Fitri 1446H untuk memastikan keamanan, baik dalam perjalanan maupun tentang rumah yang ditinggalkan saat liburan.

Hal tersebut dikatakannya, saat mempublikasi libur pelayanan masyarakat terkait pelayanan administrasi Kelurahan Depok Jaya yang dipimpinnya.

“Kami beritahukan kepada warga Kelurahan Depok Jaya, bahwa menyambut libur Hari Raya Idul Fitri 1446H, mulai tanggal 28 Maret pelayanan masyarakat telah diliburkan, dan kembali dibuka pada tanggal 8 April 2025. Semoga seluruh warga Depok Jaya selalu dalam keadaan sehat serta bahagia”, ucap Elin, Jum’at 28/3/2025.

“Selamat mudik bagi warga Depok Jaya khususnya, dan saya mengimbau kepada seluruh warga untuk selalu menjaga keselamatan selama perjalanan mudik. Pastikan untuk mematuhi aturan lalu lintas, memeriksa kondisi kendaraan, dan beristirahat yang cukup. Mari kita menjaga keselamatan bersama-sama. Selamat jalan dan selamat berkumpul dengan keluarga tercinta”, lanjutnya.

Orang nomor satu di Kelurahan Depok Jaya inipun menekankan, akan keamanan rumah yang ditinggalkan para pemudik untuk memastikan kondisi tempat tinggalnya dalam keadaan aman dan terkendali.

“Khususnya untuk warga kami (Depok Jaya), pastikan matikan semua aliran listrik, alat elektronik, stop kontak, cabut tabung regulator gas, dan segala hal yang rentan menimbulkan potensi kebakaran, agar liburannya menjadi nyaman, dan untuk yang tidak mudik agar tetap waspada dan saling menjaga lingkungan menjadi kondusif”, terangnya.

Lebih jauh, Lurah Elin menjelaskan, bahwa ‘Mudik’ merupakan hajat besar secara nasional yang harus disukseskan, sekalipun tidak ada panitia penyelenggaranya, dan pemerintah sendiri hanya beranggungjawab memberikan pelayanan umum, dan bukan sebagai pelaksana penyelenggaraan mudik.

“Secara teologis, spirit dan motivasi ‘Mudik’ tak ubahnya seperti perjalanan hidup manusia. Dari mana asal manusia, maka ke situ pula manusia kembali, dan pada dasarnya manusia ingin kembali dengan selamat. Dalam agama, manusia yang dapat kembali dengan selamat digambarkan sebagai manusia yang berjiwa tenang (nafsul mutmainnah)”, jelas Lurah Depok Jaya.

“Sementara, secara psikis, komitmen biasanya beririsan dengan spirit dan motivasi. Masyarakat berduyun-duyun melakukan perjalanan darat, laut, dan udara menjelang lebaran, pada dasarnya karena spirit dan motivasi dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan sanak famili di kampung halaman”, imbuhnya.

“Dengan kata lain setiap pemudik harus menciptakan keamanan dan ketertiban selama perjalanan supaya sampai di kampung halaman secara aman. Hingga pada akhirnya, kita semua berharap supaya mudik lebaran Idul Fitri 1446 H berjalan lancar dan aman”, tutur Elin.(Arifin)